Pusing juga kalo di pikir2 …. Harga BBM naik!!, eeh.. belum sempat bernafas, kita sudah dibebani lagi dengan naiknya harga LPG dan diperparah dengan langkanya stok untuk tabung 12kg dipasaran sehingga kita harus membeli dengan harga lebih mahal..

Lihat demo mahasiswa menentang kenaikan harga BBM... eeh ujung2nya malah jadi anarkis, merusak sarana & prasarana negara seperti pagar DPR, mobil dinas & mengganggu lalu lintas, bikin masyarakat malah jadi tidak simpati meskipun temanya untuk kepentingan rakyat, karena pada akhirnya kembali menjadi beban rakyat sebab uang yg dibayar lewat pajak dipakai lagi untuk perbaikannya ckckck… tapi klo ga didemo yg di "atas" adem ayem saja dikira rakyat ga kecekik akibat kebijakan ini, namun pertanyaannya : apakah demo harus diakhiri dengan aksi anarki seperti ini??..

Kalau mau objektif, sebetulnya harga BBM dinaikkan karena memang harga minyak dunia naik dan ini terjadi juga dibanyak Negara seperti sri lanka, Malaysia dll. Bila subsidi BBM diperbesar, APBN kita yang jebol (kata pemerintah) akhirnya alokasi untuk program kerja lainnya jadi terbengkalai….

Tapi sungguh miris rasanya, pada saat rakyat menjerit akibat imbas kenaikan ini, banyak pengemban amanah rakyat (baca : aparat pemerintah) yg tidak mencerminkan sebagai pengabdi masyakat seperti yg digembar-gemborkan saat kampanye pemilu lalu… mereka malah asik menghambur-hamburkan uang negara, korupsi, praktek mark up, pungli dll ditambah lagi dengan kinerja yg belum memuaskan plus kebijakan yg kadang-kadang tidak berpihak terhadap rakyatnya sendiri.. lebih parah lagi sekarang praktek korupsi sampe ke tingkat RT, mau ngurus apapun sekarang harus ada uang lebihnya ckckck..

Mau ngadu ke para “anggota dewan yg menggangap dirinya terhormat” (DPR) … eeh malah setali tiga uang dengan pemerintah, boro-boro dengerin keluhan rakyat atau membuat kebijakan yg memihak rakyat... "denger2 katanya sih" rapat saja jarang hadir, giliran datang duduk langsung pules, kalaupun rapat jika untuk kepentingan rakyat tarik ulurnya lama ga ketemu-temu ujungnya, tapi giliran pembahasan kenaikan gaji, tunjangan kerja ini itu, bisa sejalan wiiih.... mending kalau hasil kerjanya sebanding dengan biaya yg minimal ratusan juta harus dikeluarkan negara untuk setiap rapat pembahasan, gaji  bulanan+tunjangan mereka ….. parahnya lagi bukannya prestasi yg mencuat, malah makin terkuaknya kasus-kasus "oknum anggota dewan" yg terlibat korupsi, scandal sex dll.

Tapi meskipun tidak mudah, kita patut mendukung & mengapresiasi kepada siapapun yg berusaha memperbaikinya kondisi negeri ini, seperti yg sedang marak dilakukan KPK (komisi pemberantasan korupsi) yg menurut saya lumayan “galak” dengan membongkar praktek2 korupsi yg melibatkan jajaran petinggi negara baik di pemerintahan, kejaksaan agung, DPR, & yang baru2 ini kasus mengenai proyek pengadaan kapal patroli Dinas perhubungan yg kabarnya sih para pemenang tender harus ngasih "fee 8%" bagi anggota dewan & pejabat Dishub... meskipun sudah jadi rahasia publik praktek2 sejenis namun dapat terbongkarnya kasus ini memberi sedikit pencerahan, tinggal patut ditunggu apakah kasus-kasus tsb akan diungkap sampai tuntas atau tidak, paling tidak ada shock therapy bagi mereka yg terindikasi “nakal” & curang.

Coba saja... jika semua pengemban amanat rakyat dari semua level baik dari eksekutif & yudikatif, pake hati nurani dan inget bahwa semua itu akan dipertanggungjawabkan kepada Tuhan kelak, sehingga bila ngajak rakyatnya "prihatin" dengan pencabutan subsidi disana sini..ya bareng2 kasih contoh gimana caranya berhemat, bukan malah sebaliknya berlomba2 memperkaya diri sendiri..

Hmm.. tapi lagi2 klo dipikir-pikir... daripada ribet ngurusin yg begituan & ngelantur kemana2, mending beresin kerjaan sendiri yg udah numpuk ....


gholers wrote on Jul 3
Om danang,hidup udah susah jgn dibuat susah lg ntar gak kepikiran nyari cwek akh
danus18 wrote on Jul 3
hahaha... bener2.. tapi kali2 gpp ngelatur ngomongin apa yg terjadi di sekitar kita, meskipun ga ngerubah apapun (kecuali diri sendiri) hehe...
gholers wrote on Jul 3
so no problem ,
syamsurijal wrote on Jul 3
Yah..kalo baca berita2 ginian..hati jadi miris...liat keadaan tanah airkuu...huhuhu
danus18 wrote on Jul 3, edited on Jul 3
Ya.. itulah sepenggal cerita dari dinamika yg terjadi di negeri kita, hanya satu bentuk keprihatinan saya.... tapi sebetulnya disini yg demo sibuk demo sendiri, sementara yg lain "kebanyakan orang" yaa sibuk & tenggelam dgn kehidupannya masing2 hehe...
jktdesyala wrote on Jul 3
bukan lautan..hanya kolam susi...... yang korupsi kok masih di lindungi........
danus18 wrote on Jul 3
emng repot yaa.. gimana ga dilindungi, banyak yg ikut terlibat sih terutama yg diatas.. klo kena satu ya keseret juga yg lainnya, tapi biasanya yg diatas suka pinter "berkelitnya" apalagi jika dibantu "lawyer terkenal" hehe...wajar klo yg kena cuma yg dibawah saja...tapi smoga KPK bisa bekerjanya sepenuh hati !!
Add a Comment
   
© 2008 Multiply, Inc.    About · Blog · Terms · Privacy · Corp Info · Contact Us · Help